Sunday, April 29, 2012

Pelangiku..

Pertama kali bertemu denganmu, aku tahu kaulah yang terbaik untukku. Tapi aku tidak pernah tahu apakah aku yang terbaik untukmu?

"Langit senja dengan coreng-coreng warna oranye dan biru membentuk sebuah pemandangan yang indah. Tuhan, dengan segala keterbatasan manusia, membuat kita terpaku melihat mahakaryaNya. Apakah kamu tahu, langit yang cerah dapat membuat hampir seluruh manusia merasa senang dan ceria? Aku tidak akan pernah bosan melihat langit. Menurutku, langit adalah gambaran dari perasaan Tuhan. Kadang langit bisa biru cerah, kadang bisa juga mendung kelam dan kelabu, kadang bisa terlihat sendu dengan campuran warna oranye kemerah-merahan, kadang kala terlihat marah saat petir dan kilat menyambar-nyambar. Aku suka semua ekspresi langit. Langit membuatku kehabisan kata-kata untuk mendeskripsikannya. Langit terlalu indah."

Begitulah katamu saat ku tanya tentang langit. Aku suka jawabanmu, cara pandangmu dan pemikiranmu.
Kutatap matamu... begitu berbinar-binar. Dan memang selalu begitu. Matamu seakan tidak pernah kehilangan binarnya yang selalu menghipnotisku. 
Kau gadis yang cerdas, mandiri, cantik, dan selalu ceria. Apakah aku pantas mendampingimu?
Saat ku utarakan perasaanku dan memintamu menjadi kekasihku, kau hanya tersenyum dan mengangguk menahan haru yang menyesakkan dadamu.
Seringkali ku bertanya padamu, mengapa kau menerimaku dengan segala kekuranganku ini, padahal kau bisa mendapatkan lelaki yang jauh lebih baik untukmu..

"Kamu yang terbaik, percayalah. Kau, dengan segala kekuranganmu, selalu menyadarkanku bahwa kelebihan yang aku miliki ini untuk menutupi kekuranganmu itu. Begitu juga sebaliknya, kelebihan yang ada pada dirimu selalu menjadi perisai untuk menutupi kekuranganku. Kau melengkapiku. Aku tidak pernah berharap lebih darimu, karena kau sudah yang terbaik. Bagaimana mungkin aku menjadi begitu egois dengan mengharapkan sebuah kesempurnaan? Kau memang bukanlah manusia sempurna, begitu juga denganku. Tetapi, kita sempurna karena kita bersama. Itulah yang terpenting."

Aku tertegun dan menunduk. Saat ku dongakkan kepalaku, aku melihatmu, melihat senyummu... Hatiku lega. Pertanyaan itu sudah terjawab. Sekarang hatiku sudah mantap untuk memintamu menjadi pendampingku disisa hidupku.

Saat hari bahagia kita tiba, kau dengan cantiknya melangkah keluar dari ruang rias, menyambutku dengan senyum manismu. Melihat langit yang cerah secerah senyummu hari ini, membuatku yakin bahwa hari ini akan berjalan lancar sesuai rencana kita.

Tetapi ternyata dugaanku salah. Pada saat kau hendak mengucapkan janji pernikahan kita, kau terlihat pucat dan pandanganmu kosong. Tiba-tiba kau jatuh pingsan. Aku panik, semua orang panik. Ada apa ini? Aku mencoba berpikir positif dan mengira kau hanya terlalu gugup dan lelah.

Aku sudah mencoba segala cara untuk menyadarkanmu, tetapi kau tetap terkulai lemas di pangkuanku. Salah satu keluargaku menyarankan agar kau dibawa ke dokter. Baiklah, mungkin kau sedikit sakit dan pusing mempersiapkan pernikahan kita dari kemarin. Pikiranku masih positif. Setidaknya sampai dokter memberitahuku penyebab kau pingsan.

Leukimia. Ternyata itulah penyakit yang menggerogoti tubuhmu.

Aku hampir kehilangan akal sehat dan berhenti berpikir positif. Apakah Tuhan tega memberikan penyakit mengerikan itu kepada gadis manis dan cerdas sepertimu? Oh, aku tidak mungkin menyalahkan Tuhan.

Untuk menyegarkan pikiranku, aku berjalan-jalan dihalaman rumah sakit. Langitnya masih cerah, tetapi kenapa hatiku tetap mendung? Kuperhatikan langit itu baik-baik. Sekilas bayanganmu terlukis disana. Aku sadar, rencana Tuhan akan selalu baik untukku.. dan untukmu. Tidak lama kemudian langit berubah mendung dan mulai turun rintik-rintik hujan. Salah seorang keluargamu memanggilku, mengabarkan bahwa kau sudah sadar. Aku segera berlari ke ruangan tempatmu dirawat. Saat sampai di sebelahmu aku ingin menangis, tetapi melihat senyummu yang lembut, aku tidak ingin merusaknya dengan tangisan cengengku.

"Maaf aku tidak pernah mengatakan apa-apa tentang penyakitku kepadamu. Aku tidak ingin kau terbebani. Aku hanya berpikir aku kuat dan sanggup menanggung ini sendirian. Maaf, dan terima kasih."

Itulah ucapan singkatmu sebelum kau pingsan kembali, dan dokter memeriksamu kembali. Aku menunggu di ruang tunggu rumah sakit. Berdoa dan berharap tidak ada kabar buruk.

3 jam kemudian, kabar buruk itu datang. Mengabarkan bahwa kau sudah kembali ke sisi Tuhan. Aku menangis. Tadinya aku belum rela kalau kau pergi secepat ini. Kenapa harus sekarang? Setidaknya beri dia waktu setahun lagi Tuhan, agar aku bisa melihatnya lebih lama lagi dan bisa hidup bersamanya.

Setelah puas menangis, aku merenung. Rencana Tuhan selalu baik. Aku percaya itu. Lalu kemudian aku sadar. Tuhan mengambilnya sekarang karena Tuhan tahu, kalau lebih lama lagi aku bersamanya akan semakin sulit bagiku untuk melepasnya pergi.

Saat hendak pulang kerumah untuk membersihkan diri dan beristirahat sejenak, aku melihat pelangi itu. Ternyata hujan baru saja reda. Di telingaku terngiang-ngiang ucapan gadis itu tentang langit. Aku memandangi pelangi itu lekat-lekat. Kini kusadar, bahwa binar yang selama ini ada di matamu ternyata sama dengan binar yang menghiasi pelangi itu. Untuk pertama kalinya sejak kau pingsan, akhirnya aku tersenyum.

Aku tahu, walaupun kau telah tiada, tetapi kau akan selalu ada di hatiku, mengisi hari-hariku lewat setiap pelangi yang muncul setelah hujan.
Kaulah pelangi dan langitku. Tempatku mencurahkan semua ekspresi cintaku.



8 comments:

  1. dapet wangsit darimane loe dhe? hahaha -___-v

    ReplyDelete
  2. "syukuri cerita yang telah pergi.. sambutlah indahnya esok hari.." #dialog dini hari

    semangat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. "Karena yang telah berlalu akan tetap menjadi kenangan. Dan tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang mau hidup dalam kenangan.." :)

      makasih :)

      Delete
  3. aseekkk ..
    hhahaha

    jago bikin cerpen nih si Dheya ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. huehehehe jagonya kalo lagi mood doang, kalo lagi gak mood mah kacau deh ._. hahahaha

      Delete
  4. *minta tissue..

    Leukimia yah??
    hmph pasti sedih banget kalau nyatanya..
    oranye <----- orange selebihnya uraiannya bagus =)

    ReplyDelete
    Replies
    1. orange itu bahasa inggrisnya, aku sering baca penyair nulisnya oranye ._. hehe emang salah yah?

      Delete

gak comment, gak gaul! :D