Thursday, November 15, 2012

Just A Smile

Kadang kala, ketika bulan sedang bersinar terang..
Ketika bintang bertaburan tanpa malu-malu.
Ketika semua wajah dihiasi senyum.
Ketika tawa bertebaran dimana-mana.
Bahkan, ketika dunia sedang sangat bersahabat.

Seseorang termenung sendirian. Ditemani tetes demi tetes air mata yang jatuh seiring dengan bertambahnya rasa sakit di dadanya. Hanya tangisan tanpa suara. Tetapi hatinyalah yang berbicara. Berbicara mengenai semua hal yang dirasakannya.
Pahit.
Itulah rasanya.

Kemudian orang itu tersenyum. Ya, orang yang sedari tadi termenung sendirian itu. Orang yang sedari tadi diliputi kesedihan, kemarahan, dan kekecewaan yang bergemuruh dalam hatinya.
Hanya sebuah senyuman.
Orang itu menghela napas dalam-dalam, dan tersenyum kembali. Kali ini senyumannya lebih ceria, seperti sebongkah beban terangkat dari pundaknya.

Hanya sebuah senyuman.
Tetapi rasanya dapat menghentikan waktu. Senyuman yang begitu memesona. Senyuman yang indah.
Manis.
Itulah kata yang tepat.
Semua mata menoleh memandang senyum itu. Senyum milik seorang perempuan tadi. Ingin rasanya waktu tidak kembali berjalan, bumi tidak kembali berputar, dunia tidak kembali bermain. Dan tetap mengangkap seulas senyuman itu.
Ya, senyuman milik perempuan itu.

Andai saja ia tersenyum setiap saat, pasti dunia akan menjadi lebih mudah. Senyumnya seakan dapat menghilangkan semua beban dalam sekejap.
Senyuman yang secerah matahari.
Nah, itulah yang lebih tepat.

Sayangnya, dunia sudah terlanjur terlalu keras padanya. Membuatnya tidak terbiasa tersenyum kembali seperti dulu. Dulu saat semuanya masih mudah, masih menyenangkan, dan masih bisa membuatnya tersenyum.
Ia sadar, ternyata menjadi dewasa tidak semenyenangkan bayangannya dahulu.

Dewasa itu menyebalkan.
Begitulah anggapannya. Persoalan cinta, sekolah, pekerjaan, teman, keluarga, dan masih banyak lagi.
Ya, dunia memang akan bertambah keras seiring bertambahnya usia.
Dunia yang dulunya ramah, akan berubah menjadi dunia yang keras. Tetapi pasti akan lebih lunak jika diberi sebuah senyuman.

Jadi tersenyumlah dan dunia akan ikut tersenyum.

Life is hard, but there's nothing too hard when you smile.

7 comments:

  1. kunjungan perdana :) sambil baca2

    visit n koment back y dblogq :)
    skalian follow blogq y nnti ak folback

    ReplyDelete
  2. waha,gue sukakalimat dewasa itu menyebalkan :D

    ReplyDelete
  3. hehehehe,, aku sh pengennya jd anak kecil trus,, nnton anime n sebagainya :D

    ReplyDelete
  4. Jadi tersenyumlah dan dunia akan ikut tersenyum,
    setuju kak

    anak2-remaja-dewasa-tua itu udah takdir.
    banyak cerita disana walau terkadang meneyebalkan dan mengesalkan :D

    ReplyDelete
  5. dunia itu gak pernah berubah, tp manusialah yg bertumbuh. setuju, cheers p and keep smile :)

    ReplyDelete

gak comment, gak gaul! :D