Tuesday, August 6, 2013

Kesepian

Dalam gelap, setetes air mata mengalir, jatuh... setetes demi setetes dari sepasang mata yang tampak terpejam. Daun-daun tampak bergoyang seiring angin membelainya. Hening sekali. Bahkan bunyi air mata yang jatuh pun hampir terdengar.

Tidak ada isak tangis. Tidak ada jeritan kesedihan. Tidak ada pula tangan yang menghapus air mata yang seakan meleleh itu. Hanya air mata yang menetes... seiring waktu. Seperti sudah bersepakat dengan detik.

Menunggu seseorang untuk membendung air mata itu. Menunggu sebuah tangan untuk menghapusnya. Menunggu sebuah pelukan yang menenangkan jiwa. Menunggu kata-kata penghilang gundah.

Menunggu sesuatu untuk memecah kesepiannya.



- idys -

No comments:

Post a Comment

gak comment, gak gaul! :D